Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Merapi activity Tonight Relatively Stable


Johannesburg - As the last few weeks, and the clamor surrounding volcanic earthquake at Merapi is still happening tonight. But the number declined slightly compared to the previous day.
Based on the seismograph data from the Central Investigation and Development of Kegunungapian (BPPTK) in Yogyakarta from last evening until around 23:10 pm, Thursday (11/11/2010) volcanic earthquakes were recorded five times.
In addition, successive tremors still occur. Meanwhile, heat clouds had appeared only once at 18:52 pm with a height of 200 meters and led to the times Gendol.
"Based on data from seismograph tonight arguably decreased compared to yesterday," said BPPTK Purwoto picket officer told AFP.
It is not much different also presented the officers manning the observation posts of Merapi. Almost all the officers felt the roar of light but not see the lava slide in large numbers.
"Observed no audible rumble. Out of thin smoke to the west wind direction is not too fast, change," said one officer at the observation post Selo Boyolali via handytalky in the frequency of 149 070 at 23:08 pm.

Aktivitas Merapi Malam Ini Relatif Stabil


Jakarta - Seperti beberapa pekan terakhir, suara gemuruh dan gempa vulkanik di sekitaran Merapi masih terjadi malam ini. Namun jumlahnya sedikit menurun dibanding hari kemarin.

Berdasarkan data seismograf dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta dari petang tadi hingga pukul 23.10 WIB, Kamis (11/11/2010) tercatat terjadi gempa vulkanik sebanyak lima kali.

Selain itu tremor beruntun juga masih terjadi. Sedangkan awan panas sempat muncul satu kali pada pukul 18.52 WIB dengan ketinggian 200 meter dan mengarah ke kali Gendol.

"Berdasarkan data seismograf malam ini bisa dibilang menurun dibanding hari kemarin," ujar petugas piket BPPTK Purwoto kepada detikcom.

Hal yang tak jauh berbeda juga dipaparkan para petugas yang berjaga di pos-pos pengamatan Merapi. Hampir semua petugas merasakan gemuruh ringan namun tidak melihat luncuran lava pijar dalam jumlah yang banyak.

"Terpantau tidak terdengar gemuruh. keluar asap tipis dengan arah angin ke barat tidak terlalu cepat, ganti," ujar salah seorang petugas pengamatan di pos Selo Boyolali via handytalky di frekuensi 149.070 pukul 23.08 WIB.

Debu Vulkanik Masih Dalam Batas Normal


Letusan Merapi yang tiada henti memunculkan debu vulkanik yang mengganggu pernapasan dan penglihatan. Namun, dari hasil pemeriksaan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) DIY, kadar debu vulkanik yang ada di daerah sekitar Merapi masih dalam batas normal.

Seperti diketahui debu vukanik yang dikeluarkan oleh Merapi mengandung banyak unsur gas kimia, seperti Hidrogen Sulfida (H2S), Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2), gas Ammoniak (NH3), dan Sulfur Dioksida (SO2). Unsur-unsur tersebut sangat tidak bersahabat dengan tubuh manusia pada umumnya.

Namun, hasil pemeriksaan BBTKL menyebutkan, kadar polusi akibat debu vulkanik Merapi masih berada di bawah ambang baku. "Semua parameter gas H2S, CO, NO2, NH3, SO2 masih di bawah ambang baku, baik sebelum letusan maupun sesudah letusan 26 Oktober maupun 5 November," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (10/11/2010).

Selain itu, kadar partikel debu dalam debu vulkanik Merapi juga masih di bawah ambang baku.

"TSP (total suspended particulate) sesudah letusan (268,48 dan 281,21) nilainya di atas baku mutu (230), sebelum letusan hanya 56,61. PM (particulate matter) 10 sesudah letusan (116 dan 150) nilainya di bawah baku mutu (150), sebelum letusan hanya 11," jelasnya.

Sedangkan, kadar silika pada debu di udara masih di bawah data kepustakaan. Tjandra Yoga menyebutkan, kadar silika pada debu endapan baru ada 2 angka.

"Saya sudah minta diperiksa di beberapa tempat lagi sehingga angkanya lebih representative," tuturnya.

                                                            
Meskipun dari hasil pemeriksaan, kadar polusi debu vulkanik masih normal. Namun, Tjandra Yoga mengaku pihaknya telah meminta BBTKL untuk melakukan pemeriksaan kadar gas dan debu pada debu vulkanik Merapi secara rutin.

"Saya sudah minta BBTKL secara rutin memeriksa kadar gas dan debu ini di 4 Kabupaten sekitar Merapi," tandasnya.

Debu vulkanik merupakan debu halus yang ukurannya kurang dari 10 mikron. Saking halusnya, begitu tertiup angin akan terbang bersama angin. Debu vulkanik merupakan material yang ringan yang mengandung silika.

Silika jika dilihat dengan mikroskop, bentuknya sangat tajam. Kalau masuk ke paru-paru tidak akan larut sehingga bisa timbul penyakit silikosis. Jika debu vulkanik terkena mata maka bisa menimbulkan iritasi.

residents of Bantul see wisps of smoke coming from ancient mountain nganggeran


nganggeran an ancient volcano on the hill Pathuk trletak, Kasian district of Bantul. make local people uneasy. people suspected the volcano is active again.

"Bayi Alquran" antara Mukjizat dan Penyakit Kulit


MOSKOW - Ali Yakubov, seorang bayi yang berusia sembilan bulan, menghebohkan Rusia karena kulitnya bertuliskan ayat suci Alquran dan membuat dokter yang merawatnya pun keheranan.

Orang tua Yakubov sejak awal sudah terkejut dengan tanda-tanda tulisan ayat suci Alquran tersebut. Mereka melihat tulisan Allah pada kulit putra mereka setelah kelahirannya. Tulisan Allah dalam huruf Arab tersebut terletak di punggung, lengan, kaki, dan perut. Para ahli kesehatan tidak mampu menjelaskan kondisi misterius tersebut.

Namun,mereka menegaskan bahwa tulisan tersebut bukanlah buatan manusia. Ibu Yakubov, Madinam engungkapkan bahwa dia dan suaminya bukanlah orang yang religius hingga tulisan Allah tersebut muncul di kulit putranya. Awalnya mereka pun tidak menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah tersebut kepada orang lain, kecuali dokter pribadi mereka.

Madina mengaku, ayat-ayat suci Alquran muncul pertama kali pascakelahiran. Namun, dengan dimulainya bulan Ramadan, tulisan ayat-ayat itu mulai menghilang. "Normalnya, tanda-tanda itu muncul sebanyak dua kali dalam satu pekan pada Senin dan malam antara Kamis dan Jumat," paparnya. "Ali (Yakubov) selalu merasa resah ketika tulisan Allah itu muncul. Dia menangis dan suhu badannya naik," imbuh Madina.

Sementara seorang imam lokal, Abdulla,mengatakan bahwa dalam Alquran dikatakan, sebelum akhir zaman datang, akan muncul orangorang dengan ayat-ayat kitab suci di tubuh mereka berdasarkan Surat Fush-shilat ayat 53.

Ludmila Luss, seorang dokter setempat, percaya bahwa ayat suci Alquran itu kemungkinan besar akibat efek iritasi, seperti lada dan garam, atau obat-obatan, yang memicu peradangan kulit dan meninggalkan jejak merah berbentuk huruf Arab.

(Koran SI/Koran SI/ful)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com