BURUNGNYA SIAPA?
Gene nih kalo punya dosen yang pinter bikin mahasiswanya melek tanpa harus makan permen "kopiko" curhat waktu kuliah tadi itu lho....
dosen : kalian tau apa itu komputer?
mahasiswa : ( diam seolah - olah ga denger )
dosen : wah kalian itu mahasiswa dah lama, masa ga tau apa itu komputer, besok kalo di tanya sama orang gimana????
mahasiswa : (masih diam, da yang nyeletuk) ya kaya gitu
dosen : komputer itu alat hitung yang berasal dari kata compyut - er
mhasiswa : ???????
dosen : tempat kalian ada banyak pohon ga?
mhs : banyak pa.. (pertanyaaan di alihkan karena mhs ga respon )
dosen : pernah perhatiin burung ga?
mhs : ????? burung? burung apa? buat apa? apa hubungannya?
dosen : burung yang suka di tembok itu lho namanya burung apa?
mhs : burung pippit
mhs : burung walet
dosen : pernah liat burung walet di tembok
mhs : wk...wk...wk...(membayangkan ketidak mungkinan ada burung yang hingap di tembok)
dosen : burung yang suka di tembok itu ya burungnya CICAK
mhs : wk...wk...wk..wk...
( lumayan biar ga ngantuk )
dosen : kalian tau apa itu komputer?
mahasiswa : ( diam seolah - olah ga denger )
dosen : wah kalian itu mahasiswa dah lama, masa ga tau apa itu komputer, besok kalo di tanya sama orang gimana????
mahasiswa : (masih diam, da yang nyeletuk) ya kaya gitu
dosen : komputer itu alat hitung yang berasal dari kata compyut - er
mhasiswa : ???????
dosen : tempat kalian ada banyak pohon ga?
mhs : banyak pa.. (pertanyaaan di alihkan karena mhs ga respon )
dosen : pernah perhatiin burung ga?
mhs : ????? burung? burung apa? buat apa? apa hubungannya?
dosen : burung yang suka di tembok itu lho namanya burung apa?
mhs : burung pippit
mhs : burung walet
dosen : pernah liat burung walet di tembok
mhs : wk...wk...wk...(membayangkan ketidak mungkinan ada burung yang hingap di tembok)
dosen : burung yang suka di tembok itu ya burungnya CICAK
( lumayan biar ga ngantuk )





Indah nya berjalan seiring dengan sahabat pernah kah terlintas suatu saat sahabatmu akan meninggalkanmu?? saat itu km akan menyadari bahwa mereka hanya teman perjalannan yang suatu saat akan berpisah di persimpangan jalan, dan dimana baik dan buruknya tetap kembali pada diri kita sendiri, seakan terbangun dari tidur panjang lalu tersadar, sahabatku telah pergi jauh, terpisah oleh ruang dan waktu, air mata yang jatuh takan mengembalikan nya kebali disisi, tapi doa dari kalian wahai sahabatku akan menenangkankan dia disana. dia tersenyum terucap kata yang tak kau dengar mugkin "trimakasih". mengenangnya dalam kenangan dan menigalkannya dalam catatat kisah hidupku bahwa aku pernah memiliki sahabat sepertimu

