Tampilkan postingan dengan label Unik nya dunia anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik nya dunia anak. Tampilkan semua postingan

CIRI - CIRI ANAK INDIGO


  
Secara umum, anak indigo dikenal cerdas dan kreatif, perkembangan jasmaninya jauh tertinggal dari perkembangan spiritualnya, sehingga mereka seperti orang dewasa yang terjebak dalam tubuh anak-anak. Anak-anak indigo memiliki kemampuan menjelajah ruang, saat fisik mereka berada disuatu tempat mereka juga tahu apa yang terjadi ditempat lain. Anak-anak indigo memiliki indra keenam sehingga mereka bisa melihat kemunculan mahkluk halus. Selengkapnya ciri2 anak indigo:
Anak indigo terlalu sering bertanya hingga membuat orang dewasa kewalahan
Anak-anak indigo memiliki bau keturunan sejak lahir dan kerap memanifestasikannya.
Anak indigo tidak akan melakukan hal yang spesifik, misalkan berbaris berurutan
Mereka tidak terbiasa melakukan hal kaku dan tidak perlu kreatifitas.
Anak-anak indigo bersifat introvert karena merasa tidak ada orang lain yang mampu memahami mereka.
Anak indigo memiliki mata batin yang kuat dan langsung mengetahui permainan orang dewasa
Anak-anak indigo memiliki energi yang berlebihan serta mudah sekali bosan
Memahami betul hak eksistensinya didunia.
Sulit menunggu giliran dan tidak bisa berkompromi terhadap aturan yang berlaku adalah sifat anak indigo
Mudah frustrasi, sebab anak-anak indigo mempunyai banyak ide namun kurang sumber daya.
Mereka belajar lewat expolorasi
Tidak bisa diam membuat anak indigo sering disangka hiperaktif, anak-anak indigo hanya bisa tenang ketika mereka menyatu dengan sesuatu yang diminatinya.

Cara Efektif Membangun jiwa Anak



Sesungguhnya tugas utama pendidikan anak adalah membangun jiwa mereka agar siap menerima berbagai pelajaran dan kelak mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh demi kebaikan sesama. Ustadz Muhammad mengupas pengarahan Nabi Muhammad saw dalam membangun jiwa anak [6], sebagai berikut.
1. Menemani anak
Persahabatan punya pengaruh besar dalam jiwa anak. Teman adalah cermin bagi temannya yang lain. Satu sama lain saling belajar dan mengajar. Rasulullah saw berteman dengan anak-anak hampir di setiap kesempatan. Kadang-kadang menemani Ibnu ’Abbas berjalan, pada waktu lain menemani anak paman beliau, Ja’far. Juga menemani Anas. Begitulah Rasulullah berteman dengan anak-anak tanpa canggung dan tidak merasa terhina.
2. Menggembirakan hati anak
Kegembiraan punya kesan mengagumkan dalam jiwa anak. Sebagai tunas muda yang masih bersih, anak-anak menyukai kegembiraan. Bahkan orang tua merasakan kegembiraan dengan riangnya mereka. Oleh karena itu, Rasulullah saw selalu membuat anak-anak bergembira, antara lain dengan cara:
Ø Menyambut anak dengan baik
Ø Mencium dan mencandai anak
Ø Mengusap kepala mereka
Ø Menggendong dan memangku mereka
Ø Menghidangkan makanan yang baik
Ø Makan bersama mereka
3. Membangun kompetisi sehat dan memberi imbalan kepada pemenangnya
Umumnya manusia, apalagi anak-anak, suka berlomba. Rasulullah pun suka membuat anak-anak berlomba, misalnya ketika beliau membariskan Abdullah, Ubaidillah, dan anak-anak ‘Abbas lainnya, lalu bersabda, “Siapa yang mampu membalap saya, dia bakal dapat ini dan itu …” Maka mereka pun berlomba membalap Rasulullah saw sehingga berjatuhan di atas dada dan punggung beliau. Setelah itu mereka diciumi dan dipegangi oleh beliau.
4. Memberi pujian
Pujian punya pengaruh penting dalam diri anak, sebab dapat menggerakkan perasaan dan emosinya sehingga cepat memperbaiki kesalahannya. Mereka bahkan menunggu-nunggu dan mendambakan pujian.
5. Bercanda dan bersenda gurau
Canda dan senda gurau akan membantu perkembangan jiwa anak dan melahirkan potensinya yang terpendam. Rasulullah saw menyerukan, “Barangsiapa punya anak kecil hendaklah diajak bersenda gurau!” (h.r. Ibnu Asakir)
6. Membangun kepercayaan diri anak
Ini dilakukan dalam bentuk:
Ø Mendukung kekuatan ‘azzam pada anak, misalnya melatih menjaga rahasia dan membiasakan anak berpuasa
Ø Membangun kepercayaan sosial
Ø Membangun kepercayaan ilmiah
Ø Membangun kepercayaan ekonomi dan perdagangan
7. Memanggil dengan panggilan yang baik
Bermacam-macam cara Rasulullah saw memanggil anak, tujuannya untuk menarik perhatian dan membuat anak siap mendengar apa yang hendak dipesankan. Panggilan ini misalnya “nughair” atau si burung pipit, “ghulam” yang berarti anak, atau “wahai anakku”. Sementara para sahabat memanggil anak-anak dengan “wahai anak saudaraku”.
8. Memenuhi keinginan anak
Adakalanya orang tua harus memenuhi permintaan anak. Ini juga merupakan cara efektif untuk menumbuhkan emosinya dan menambat jiwanya terhadap orang tua. “Sesungguhnya barangsiapa berusaha menyenangkan hati anak keturunannya sehingga menjadi senang, Allah akan membuatnya merasa senang sehingga di akhirat ia benar-benar akan merasa senang.” (h.r. Ibnu Asakir)
9. Bimbingan terus-menerus
Anak, sebagaimana manusia lazimnya, sering salah dan lupa. Dibanding semua makhluk lain, masa anak-anak manusia adalah yang paling panjang. Ini semua kehendak Allah, agar cukup sebagai waktu untuk mempersiapkan diri menerima taklif (kewajiban memikul syariat). Orang tua harus secara telaten membimbing anak pada masa kanak-kanaknya. Ibnu Mas’ud berkata, “Biasakanlah mereka (anak-anak) dengan kebaikan, karena kebaikan itulah yang akan menjadi adat (kebiasaannya).”
10. Bertahap dalam pengajaran
Contohnya pada saat mendidik anak untuk shalat. “Perintahkan anakmu untuk shalat ketika berusia tujuh tahun dan pukullah mereka (jika enggan shalat) ketika berumur sepuluh tahun.” (h.r. Abu Dawud)
11. Imbalan dan ancaman
Cara ini tidak kalah pentingnya dalam membangun jiwa. Rasulullah saw juga menggunakan cara ini dalam pendidikan. Contohnya untuk membuat anak berbakti kepada orang tua, beliau menyebutkan besarnya pahala berbakti kepada orang tua dan besarnya ancaman begi mereka yang durhaka kepada orang tua.
Catatan
Pendidikan anak pada hakikatnya adalah tanggung jawab para orang tua. Oleh karena itu keterlibatan orang tua dalam mendukung sukses anak menuntut ilmu di sekolah merupakan kewajiban. Untuk menjadi pendidik yang baik, orang tua mesti menghiasi dirinya dengan keshalihan. Peran penting orang tua adalah membangun dan menyempurnakan kepribadian dan akhlak mulia pada anak. Untuk itu perlu sikap-sikap pendidik seperti sabar, lembut, dan kasih sayang.
Untuk melengkapi pendidikan anak di sekolah, orang tua mesti membangun jiwa anak sesuai pengarahan Nabi Muhammad saw.

Pendidikan Karakter Anak, masih Bias???


Jakarta: Dari 18 nilai pendidikan karakter yang dikeluarkan Mendiknas, ada tiga hal yang menjadi sorotan karena dianggap bias. Tiga hal itu terkait nilai kejujuran, berani, dan multikultural.

"Pendidikan karakter ini tidak diberi nilai tetapi menjadi kebiasaan keseharian di sekolah-sekolah, sehingga membentuk budaya. Namun pada kenyataanya karakter ini tidak menyentuh, karakter yang mana?" ujar Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti dalam jumpa pers di kantor ICW, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).

Soal nilai kejujuran, Retno mencontohkan, penyangkalan Mendiknas atas kasus kecurangan Ujian Nasional di SD Gadel II Surabaya, Jawa Timur. Ini adalah suatu indikasi Mendiknas mencederai pendidikan karakter nilai kejujuran yang dicanangkannya. "Padahal para guru dan kepala sekolah sudah mengakui perbuatanya. Selain itu sekolahan ini justru malah mendapat reward sejumlah perangkat komputer. Pendidikan karakter seperti apa ini?" singgung Retno.

Kemudian nilai multikultual, Retno melihat karakter yang ditanamkan selama ini dalam pendidikan secara sistematik justru pendidikan yang monokultural. Hal ini menurut Retno bisa dilihat di sekolah-sekolah di Indonesia yang mencantumkan kata 'akhlak mulia' sebagaimana tercantum dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.

"Hal ini mendorong terjadinya penyeragaman di sekolah-sekolah negeri semakin kuat dan menyentuh luas aspek privat. Akhlak cenderung dimaknai sebagai tujuan membentuk lulusan agamis," jelas Retno.

Kata agamis tersebut, lanjut Retno dirasakan sebagai 'Islamis' pada penduduk yang mayoritas Islam. Sementara di wilayah Timur hal ini bermakna 'Kristen'. "Pokoknya pemaknaan akan muncul sebagai identitas kelompok dengan didasarkan pada mayoritas dalam komunitas tersebut."

Begitupun terkait nilai keberanian. Retno menganggap pendidikan yang diterapkan dengan penyeragaman telah memandulkan potensi kritis peserta didik. Pendidikan semacam ini menurut dia tak akan membangun keberanian peserta didik, bahkan sekedar berpendapat sekalipun.

"Guru dan siswa ibarat tuan dengan pembantunya, tidak ada kesetaraan. Sehingga anak yang protes dianggap tidak baik, sementa anak yang penurut dianggap baik. Sehingga mereka tidak bisa melawan kebijakan yang mereka anggat tidak baik," contohnya.(AIS)

Pencahayaan Untuk Kamar Anak


Kamar anak biasanya berwarna-warni, mulai dari dinding, furniture, hingga aksesori ruanganya. Untuk menampilkan warna ruang, furniture serta aksesori yang sesuai warna aslinya, dapat digunakan lampu dengna cahaya putih atau lampu dengan tingkat CRI mendekati 100%. Kategori cahaya tersebut dapat diperoleh dengan menempatkan lampu pijar berupa bola lampu biasa atau lampu halogen. Kedua lampu ini memiliki CRI 100%, tapi keduanya memakan cukup banyak energi listrik. Sebagai pengganti, Anda dapat memilih lampu neon. Meski memiliki tingkat CRI di bawah 100%, di bawah sorot lampu neon tertentu, tone warna tidak terlalu berubah. Nah, ketika menata pencahayaan pada kamar anak, perhatikan tips berikut ini:
1. Tempatkan dimmer sebagai pengganti sakelar on/off. Anak-anak memiliki fantasi dan mood yang selalu berubah dan berbeda. Terkadang mereka takut tidur di temapt gelap atau remang-remang, tapi kadang mereka juga tak menyukai ruang yang terlalu terang. Dimmer membuat tingkat terang pada ruang dapat diatur sesaui mood anak-anak.
2. Anak selalu serba ingin tahu. Agar mereka terhindar dari sengatan listri, aplikasikan stop kontak, lampu meja atau sakelar yang memiliki tingkt keamanan tinggi. Stop kontak yang rusak atau terbuka mungkin malah menarik minat mereka untuk mengutak-atiknya. AKibatnya mereka berpotensi terkena sengatan listrik.

Peliharaan Edukatif Untuk si Kecil



Bunda,,,,ketika si kecil sudah ingin memelihara sesuatu. jangan ragu ada alternatif mainan edukatif yang tidak hanya sekedar mainan untuk anak tapi juga melatih tanggung jawab dan disiplin, buda bisa memilih boneka HORTA. apa itu boneka horta, boneka horta adalah maiana yang terbuat dari remahan serbuk kayu yang sudah di olah dan di bubuhi biji tanaman yang akan tumbuh jika di sirami dan mendapat sinar matahari yang cukup. tidak menghawatirkan ketika kita mebelikan hewan peliharaan untuk si kecil, kemungkinan kita harus menjaga kebersihannya, dan juga cara si kecil  mengaulinya. kemungkinan terkena virus. tapi jika kita menggunakan media tanaman yang seperti boneka horta selain bentuknya lucu juga bisa menanamka pola pendidikan untuk si kecil, sembari membatu kita bisa mengajaknya bercerita " boneka horta nya kalau ga dikasih makan bisa sakit lho kaya ade, di jaga ya bonekanya, biar ga sakit"
ini gambaar boneka horta yang sudah tumbuh rumput,



oke bunda, selamat mencoba :)

Mengatasi Ceburu Pada Sang Kaka


Sangat Penting untuk memahami bahwa masalah persaingan akan dirasakan oleh sang kaka. cemburu mungkin tidak berlanjut hingga anak mulai besar dan si adik mulai merangkak. Jangan terlalu berharap kaka dapat langsung menyayangi adik nya. berikut adalah beberapa tips untung mengatasi kecembuaruan si kaka :
1. Simpan beberapa hadiah untuk si kaka saat mengunjungi membawa hadiah hanya untuk adiknya.
2. Berikan pujian pada kakak yang mau menyayagi dan berbagi dengan adiknya.
3. Jadwalkan waktu khusus untuk kebersamaan bunda dengan si kaka
4. Libatkan sang kaka saat bunda sedang bersama adik, misalnya "kaka kita nyayi bareng buat adik yu biar ga nangis
5. Pujilah kaka untuk semua perilakau positif seperti sabar menggu , berbagi mainan, atau menolong bunda dan sang adik. contoh : trimaksih kaka, kaka pintar lho  sudah mau berbagi mainan dengan adik.

itulah beberapa tips yang mungkin bisa sedikit membantu bunda, trimkasih. selamat mencoba :)

MANFAAT PUZZLE BAGI ANAK - ANAK


taukan bunda apa manfaat puzzle untuk si kecil tidak hanya sekedar maina, melainkan mainan edukatif yang di rancang sedemikian ruapa yang memiliki manfaat untuk melatih sistem kerja otak, di bawah ini beberapa manfaat puzzle anatara lain :
1. Meningkatkan keterampilan kognitif Keterampilan kognitif berhubungan dengan kemampuan untuk belajar dan memecahkan masalah.
2. Meningkatkan keterampilan motorik halus Keterampilan motorik halus berhubungan dengan kemampuan anak menggunakan otot-otot kecilnya khususnya jari-jari tangannya.
3. Melatih kemampuan nalar Puzzle yang berbentuk manusia akan melatih nalar anak-anak.
4. Melatih kesabaran Puzzle dapat melatih kesabaran anak dalam menyelesaikan sesuatu dan berpikir dahulu sebelum bertindak. 
5. Pengetahuan Melalui puzzle, anak akan belajar banyak banyak hal. Mulai dari warna, bentuk, jenis hewan, buah-buahan, sayuran, dan lainnya.
6. Meningkatkan keterampilan sosial Puzzle dapat dimainkan lebih dari satu orang dan jika puzzle dimainkan secara berkelompok maka dapat meningkatkan interaksi sosial anak.
7. Melatih konsentrasi anak untuk tetap fokus dan berusaha untuk menyelesaikan.

menarik sekali bukan, PUZZLE MAINAN BUKAN SEKEDAR MAINAN, beri pendapat jika si kecil kesulitan mencari bentuk yang sesuai, dan bantu menyelesaikan jika si kecil sudah menyerah untuk menyelesaikanya, denga sembari memberikan sedikit nasehat,  berikan pujian pada si kecil jika berhasil menyelesaikan. selamat mencoba :)

Bayi di Bacakan Buku?


mungkin sebagian orang akan malas atau bahkan menyepelekan hal ini, yup benar sekali. membacakan buku mungkin adalah salah satu kegiatan yang harus meluangkan waktu khusus tapi jika buda ketahui manfaat mambacakan buku sejak usia dini, tidak hanya sekedar menengkan buah hati saat dia menangis melainkan untuk menambah kosakata, walaupun mungkin apa yang dikatakan masih belum bisa di artika namun itula proses bunda, dan dari sedikit proses itu yang kemudian mampu mengembangkan otaknya untuk menciptakan ide - ide imajinasi yang brilian. jdi bunda bisakan membcakan buku atau mendongeng pada anak kita saat sebelum tidur. tapi ingat sesuaikan dengan tahapan usianya. isi ceritanya pun tidak bnoleh yang bersifat menakut - nakuti karena itu yang kemudian hari akan menaji salah satu faktor traumatik. jadi tunggu apa lagi, buat si kecil menjadi generasi yang penuh inspiratif...! :)

BUDAYA TELEVISI


Jujur saja , bagi generasi yang tumbuh di era teknologi dan informasi ini sehari saja mematikan televisi buakan sebuah perkara yang mudah.  Mematikan televisi sama saja dengan kehilangan berjuta – juta informasi. Saat ini menonton televisi adalah sarana alaternatif untuk mendapatkan hiburan dan informasi. Namun sadarkah kita bahwa televisi telah membentuk sebuah budaya baru? Dahulu sebelum ada televisi masyarakat terbawa oleh budayabudaya menulis , membaca, yang membuat mereka menjadi intelek. Kenapa? Karena barisan kata yang tersususn kedalam beberapa kalimatmembuat kita harus mencerna dengan baik jenis kalimat nya . proses mencerna jenis kalimat ini membuat kita berpikir secara kompleks dan mampu mengartikan ide – ide yang bersifat abstark. Bukan bermaksud untuk tidak memihak kepada televisi. Namun , pola konsumsi televisi  di indonesia bahkan rata – rata di tiap negara tidak lagi dalam kategori yang cocok. Rata – rata penikmat televisi akan terluangkan waktu sebanyak 8 jam perhari. Terlalu banyak menonton televisi dapat menimbulkan dampak buruk pada karakter fisik dan psikis anak, perilaku itu anatara lain :
a.       Perilaku antisosial: tidak menghargai orang lain, meniru perilaku buruk televisi
b.      Apatis terhadap permainan : mudah bosan, selalu minta di hibur oleh orang dewasa, tidak dapat jauh dari televisi
c.       Dewasa dini : gaya yang berlebihan dan kosa kata yang digunaka banyak di contoh dari televisi
d.      Kondisi yang buruk : kecerobohan, sulit konsentrasi
e.      Ketidak seimbangan energi : hiperaktifitas
Jadi sebagai konsumen televisi yang kritis , lebih baik kita manfaatkan televisi sebaik – baiknya dengan cara mengatur pola menonton televisi. Sisa waktu yang ada sehari pun dapat di manfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga. Kita masih bisa memperoleh informasi selain dari televisi karena dahulu kita adalah penganut budaya membaca.


Dicari Lagu Anak !




Lagu anak seharusnya ya seputar dunia anak yang alami. Mudah dicerna baik secara ritmis, melodi maupun syair. Juga terdapat unsur pembelajaran di dalamnya. Memberikan inspirasi, lagu juga merupakan salah satu media edukasi melalui lagu kita dapat menyapaikan pesan. Seperti di sapaikan oleh kepala sekolah Tomoe Gakuen, Sosaku Kobayashi mengajari anak – anak bernyayi sebelum makan siang di sekolah agar anak – anak mengunyah baik – baik makanan yang di bawa dari rumah. Di kutip dari salah satu buku best seler “Toto chan,  Gadis cilik di jendela” . nada – nada riang sebuah lagu dapat menjadi titik masuk pembelajaran bagi otak, ketika seorang anak merasa senang maka otak anak juga siap menerima  dan mempelajari berbagai hal. Bukankah ini merupakan tantangan bagi kita dalam mendidik anak lewat lagu yang baik dan bermakna? Bila menengok sebentar ke belakang banyak acara khusus  yang bertujuan menjaring bakat seni anak, khususnya seni suara. Kita mengeluh tidak ada lagu anak yang pantas untuk dinyayikan anak – anaka tercinta. Kita mengeluh tidak ada lagu anak yang cocok untuk di kompetisikan dengan tingkat kesulitan yang cukup jika kita mau berusaha sedikit lebih, kita akan menemukan betapa banyaklagu anak yang bisa kita perkenalkan kepada anak anak – anak baik untuk sekedar di lantunkan dengan suara pseadanya maupun untuk dinyayikan dalam ajang lomba bergengsi. Ayo... bersama – sama kita kembangkan bakat anak  - anak kita sesuai dengan tahapan usia merekaagar saat dewasa kelak mereka tidak kekanak –kanakan tetapi menjadi pribadi – pribadi yang unggul pencipta sejarah dan bukan hanya sekedar larut dalam arus sejarah.